Tanya Admin
Publication

Bolehkah Karyawan Digaji Di Bawah UMP

Panduan lengkap 2026 tentang gaji di bawah UMP/UMK: kapan melanggar, pengecualian usaha mikro-kecil, komponen upah, risiko pidana, simulasi kekurangan upah, dan langkah koreksi.
Fauzan Muslim
Fauzan Muslim

Bolehkah Karyawan Digaji Di Bawah UMP

Ringkasan Artikel

Upah minimum adalah batas bawah yang bersifat wajib, bukan angka rekomendasi. Untuk menilai kepatuhan, perusahaan harus lebih dahulu menentukan upah minimum yang berlaku, komponen upah yang boleh diperhitungkan, masa kerja pekerja, skala usaha, dan apakah hubungan yang dijalankan benar-benar hubungan kerja.

  • Untuk perusahaan pada umumnya, Pasal 88E ayat (2) UU Ketenagakerjaan sebagaimana diubah UU No. 6 Tahun 2023 melarang pembayaran upah lebih rendah dari upah minimum.
  • Pelanggaran larangan tersebut dapat dikenai pidana penjara 1-4 tahun dan/atau denda Rp100 juta-Rp400 juta; tindak pidananya dikategorikan sebagai kejahatan.
  • Pengecualian upah minimum hanya berlaku bagi usaha mikro dan kecil yang memenuhi kriteria, berdasarkan kesepakatan, dan tetap tidak boleh melewati ambang terendah khusus.
  • Persetujuan pekerja, status PKWT, masa probation, kerja dari rumah, perusahaan merugi, atau istilah 'uang kehadiran' tidak otomatis membenarkan pembayaran di bawah upah minimum.
  • Take-home pay yang lebih kecil dari UMP belum tentu pelanggaran apabila hak upah sebelum potongan telah memenuhi ketentuan dan potongannya sah. Yang diperiksa adalah komponen upah dan dasar pemotongannya.

Kasus yang Sering Terjadi

Sebuah perusahaan menetapkan gaji Rp4.500.000 per bulan. Upah minimum di wilayah tempat pekerja bekerja adalah Rp5.300.000. Untuk menutup selisih, perusahaan menambahkan uang makan berdasarkan kehadiran, uang transport harian, insentif target, dan lembur. Jika seluruhnya tercapai, pendapatan pekerja kadang melebihi Rp5.300.000.

Manajemen merasa tidak melanggar karena total uang yang masuk ke rekening pekerja dapat melampaui upah minimum. Pekerja juga telah menandatangani kontrak yang menyebutkan angka Rp4.500.000. Ketika kondisi usaha menurun, insentif tidak tercapai dan uang makan berkurang karena absensi. Pendapatan pekerja akhirnya turun jauh di bawah batas minimum.

Pertanyaan yang harus dijawab

  • Upah minimum mana yang berlaku: UMP, UMK, upah minimum sektoral provinsi, atau upah minimum sektoral kabupaten/kota?
  • Di wilayah mana pekerja secara nyata bekerja?
  • Apakah pekerja mempunyai masa kerja kurang dari satu tahun atau sudah satu tahun lebih?
  • Komponen mana yang merupakan upah pokok, tunjangan tetap, dan tunjangan tidak tetap?
  • Apakah pemberi kerja benar-benar termasuk usaha mikro atau usaha kecil yang memenuhi syarat pengecualian?
  • Apakah angka di bawah minimum muncul sebelum potongan atau hanya pada take-home pay setelah potongan yang sah?

Masalah utamanya: Upah minimum tidak diuji dari seluruh penerimaan secara sembarangan. Bonus, lembur, insentif tidak tetap, serta tunjangan yang bergantung pada kehadiran tidak dapat dipakai untuk menutup kekurangan komponen upah minimum.

Memahami Istilah UMP, UMK, dan Upah Minimum Sektoral

Istilah 'UMR' masih sering digunakan dalam percakapan, tetapi dalam kerangka hukum saat ini jenis upah minimum terdiri dari upah minimum provinsi, kabupaten/kota, dan upah minimum sektoral. PP No. 49 Tahun 2025, sebagai perubahan kedua atas PP No. 36 Tahun 2021, kembali mengatur upah minimum sektoral sesuai Putusan MK No. 168/PUU-XXI/2023.

Jenis Standar Upah Menurut Regulasi
Jenis Penjelasan praktis Kapan diperiksa

UMP

Batas minimum tingkat provinsi yang wajib ditetapkan gubernur setiap tahun.

Ketika wilayah tidak memiliki UMK yang berlaku atau sebagai dasar pembanding provinsi.

UMK

Batas minimum kabupaten/kota yang ditetapkan gubernur untuk wilayah tertentu.

Ketika pekerja bekerja di kabupaten/kota yang memiliki UMK.

UMSP

Upah minimum sektoral provinsi untuk sektor tertentu; nilainya harus lebih tinggi dari UMP.

Ketika perusahaan termasuk sektor dan wilayah yang ditetapkan.

UMSK

Upah minimum sektoral kabupaten/kota untuk sektor tertentu; nilainya harus lebih tinggi dari UMK.

Ketika sektor, klasifikasi usaha, dan wilayah perusahaan masuk keputusan gubernur.

Cara menentukan angka yang berlaku

  1. Periksa keputusan gubernur tahun berjalan, bukan hanya artikel media atau poster internal.
  2. Cocokkan lokasi kerja aktual dengan wilayah berlakunya UMP atau UMK.
  3. Cocokkan KBLI, kegiatan usaha nyata, dan sektor perusahaan dengan keputusan upah minimum sektoral.
  4. Gunakan batas yang memang berlaku bagi wilayah dan sektor tersebut; upah sektoral secara hukum berada di atas upah minimum umum yang menjadi dasarnya.
  5. Simpan keputusan gubernur dan hasil legal mapping sebagai bukti dasar payroll tahun berjalan.

Catatan penting: Domisili KTP pekerja atau lokasi kantor pusat bukan satu-satunya patokan. Pemetaan harus melihat lokasi pekerja menjalankan pekerjaan dan ketentuan wilayah yang berlaku, termasuk pola penempatan lintas wilayah.

Komponen Apa yang Dibandingkan dengan Upah Minimum?

Upah minimum adalah upah bulanan terendah. Dalam praktik payroll, pengujian utamanya dilakukan terhadap upah tanpa tunjangan atau jumlah upah pokok dan tunjangan tetap. Karena itu, HR tidak boleh memasukkan seluruh pendapatan pekerja ke dalam satu keranjang lalu menyebutnya memenuhi UMP.

Upah pokok minimal 75 persen

Jika komponen upah terdiri atas upah pokok dan tunjangan tetap, Pasal 94 UU Ketenagakerjaan mengatur besaran upah pokok paling sedikit 75% dari jumlah upah pokok dan tunjangan tetap. Artinya, perusahaan tidak boleh membuat upah pokok sangat kecil lalu memindahkan hampir seluruh penghasilan ke tunjangan tetap.

Gaji bruto berbeda dengan take-home pay

Take-home pay adalah jumlah bersih yang diterima setelah pajak, iuran BPJS, cicilan, atau potongan lain yang sah. Karena itu, take-home pay dapat berada di bawah angka UMP tanpa otomatis berarti upahnya di bawah minimum. Yang perlu diperiksa adalah hak upah sebelum potongan, jenis potongan, persetujuan atau dasar hukumnya, dan apakah batas pemotongan dipatuhi.

Klasifikasi Komponen Gaji Terhadap Upah Minimum
Komponen Dapat dihitung untuk memenuhi minimum? Penjelasan

Upah pokok

Ya

Imbalan dasar yang dibayar menurut tingkat atau jenis pekerjaan.

Tunjangan tetap

Ya

Dibayar teratur dan tidak dikaitkan dengan kehadiran atau pencapaian tertentu.

Tunjangan tidak tetap

Tidak

Pembayaran terkait kehadiran atau kondisi tertentu, misalnya uang makan/transport harian.

Upah lembur

Tidak

Kompensasi atas pekerjaan melebihi waktu kerja; bukan penutup kekurangan upah minimum.

Bonus/insentif

Tidak

Bergantung kinerja, target, atau kondisi perusahaan; bukan komponen minimum yang pasti.

THR

Tidak

Hak tahunan keagamaan, bukan bagian dari pembayaran upah bulanan minimum.

Reimburse

Tidak

Penggantian biaya yang dikeluarkan pekerja untuk kepentingan pekerjaan.

Uji yang benar: Bandingkan UMP/UMK dengan upah tanpa tunjangan atau upah pokok + tunjangan tetap sebelum potongan. Setelah itu, audit legalitas setiap potongan secara terpisah.

Peta Jawaban: Boleh, Melanggar, atau Berisiko Pidana

Atas situasi tertentu perusahaan kadang membuat suatu kebijakan yang mungkin saja terdapat risiko didalamnya.

Situasi Status awal Penjelasan singkat Tindakan

Perusahaan umum membayar upah pokok + tunjangan tetap di bawah minimum

MELANGGAR

Larangan Pasal 88E ayat (2); berpotensi pidana Pasal 185.

Koreksi payroll dan hitung kekurangan.

Pekerja setuju melalui kontrak

TETAP MELANGGAR

Kesepakatan tidak boleh menurunkan hak wajib.

Ubah klausul dan bayar selisih.

Take-home pay di bawah minimum akibat potongan sah

PERLU AUDIT

Belum tentu upahnya di bawah minimum.

Uji upah bruto dan dasar potongan.

Usaha mikro/kecil memenuhi seluruh kriteria dan ambang khusus

DAPAT DIBOLEHKAN

Pengecualian terbatas berdasarkan kesepakatan dan batas khusus.

Dokumentasikan status, data BPS, dan kesepakatan.

Magang tanpa program/perjanjian yang sah

RISIKO TINGGI

Label magang dapat dipersoalkan sebagai hubungan kerja.

Audit pemagangan dan pekerjaan aktual.

Uang makan/transport harian dipakai menutup selisih

MELANGGAR

Tunjangan tidak tetap tidak menutup komponen minimum.

Alihkan koreksi ke komponen tetap.

PKWT/probation dibayar di bawah minimum

MELANGGAR

Status kontrak atau probation tidak menjadi pengecualian.

Sesuaikan sejak hari pertama.

Larangan Umum Membayar di Bawah Upah Minimum

Pasal 88E ayat (2) UU Ketenagakerjaan sebagaimana diubah UU No. 6 Tahun 2023 menyatakan bahwa pengusaha dilarang membayar upah lebih rendah dari upah minimum. Norma ini bersifat memaksa. Kontrak kerja, Peraturan Perusahaan, PKB, memo internal, atau pernyataan kesediaan pekerja tidak dapat digunakan untuk menghapus batas tersebut.

Alasan yang tidak otomatis menjadi pembenar

  • Pekerja bersedia karena membutuhkan pekerjaan.
  • Perusahaan baru berdiri atau masih rugi.
  • Gaji akan dinaikkan setelah probation.
  • Pekerja berstatus PKWT, harian lepas, outsourcing, atau bekerja dari rumah.
  • Total pendapatan bisa melampaui UMP apabila lembur dan target tercapai.
  • Perusahaan sedang melakukan efisiensi atau restrukturisasi.
  • Karyawan menandatangani surat persetujuan penurunan upah.

Apabila perusahaan mengalami kesulitan keuangan, solusi yang aman bukan sekadar meminta tanda tangan pekerja. Perusahaan perlu melakukan review cash flow dan manpower cost, membahas pilihan secara bipartit, memeriksa apakah ada kebijakan khusus yang benar-benar berlaku, serta menyiapkan strategi organisasi yang patuh hukum.

Pengecualian untuk Usaha Mikro dan Usaha Kecil

UU No. 6 Tahun 2023 melalui Pasal 90B mengecualikan ketentuan upah minimum bagi usaha mikro dan usaha kecil. Namun, pengecualian ini bukan izin bebas untuk menetapkan gaji berapa pun. Perusahaan harus benar-benar memenuhi klasifikasi usaha dan persyaratan dalam PP No. 36 Tahun 2021.

Empat lapis syarat yang harus diuji

  1. Skala usaha benar-benar termasuk usaha mikro atau usaha kecil berdasarkan kriteria peraturan perundang-undangan, bukan sekadar karena nama usahanya CV, toko, start-up, atau jumlah pekerjanya sedikit.
  2. Upah ditetapkan berdasarkan kesepakatan antara pengusaha dan pekerja/buruh.
  3. Nilai upah paling sedikit 50% dari rata-rata konsumsi masyarakat tingkat provinsi.
  4. Nilai upah juga paling sedikit 25% di atas garis kemiskinan tingkat provinsi; secara praktis, gunakan angka yang menghasilkan batas lebih tinggi.

Data rata-rata konsumsi masyarakat dan garis kemiskinan harus bersumber dari lembaga yang berwenang di bidang statistik. PP No. 36 Tahun 2021 juga meminta usaha yang dikecualikan mempertimbangkan apakah usaha mengandalkan sumber daya tradisional dan/atau tidak bergerak pada usaha berteknologi tinggi serta tidak padat modal.

Dokumen Pembuktian
Dokumen pembuktian Isi minimum yang perlu disimpan

Bukti skala usaha

Data modal usaha/penjualan tahunan, NIB, laporan keuangan, dan dasar klasifikasi sesuai aturan UMK.

Data statistik

Publikasi BPS tentang rata-rata konsumsi masyarakat dan garis kemiskinan provinsi yang relevan.

Kertas kerja perhitungan

Perbandingan 50% konsumsi dan 125% garis kemiskinan serta angka batas yang dipakai.

Kesepakatan tertulis

Besaran, komponen, waktu pembayaran, periode berlaku, dan tanda tangan para pihak.

Review tahunan

Pemeriksaan ulang ketika data BPS, skala usaha, struktur bisnis, atau upah berubah.

Jangan salah kaprah: Badan usaha berbentuk CV atau PT tetap bisa melanggar. Bentuk badan usaha tidak otomatis menentukan skala mikro/kecil; yang diuji adalah kriteria usaha dan fakta ekonominya.

Bagaimana dengan Pekerja yang Masa Kerjanya Sudah Satu Tahun?

Upah minimum secara tekstual menjadi jaring pengaman bagi pekerja dengan masa kerja kurang dari satu tahun. Untuk pekerja dengan masa kerja satu tahun atau lebih, perusahaan wajib menggunakan struktur dan skala upah. PP No. 49 Tahun 2025 mempertegas bahwa struktur dan skala upah disusun dan diterapkan dengan memperhatikan kemampuan perusahaan dan produktivitas, serta golongan, jabatan, masa kerja, pendidikan, dan kompetensi.

Ketentuan tersebut tidak boleh ditafsirkan bahwa setelah melewati satu tahun perusahaan bebas menurunkan upah hingga di bawah minimum. Kemnaker juga menegaskan pekerja di atas satu tahun yang menerima upah di bawah minimum dapat dilaporkan dan perusahaan dapat terkena sanksi. Secara tata kelola, batas minimum menjadi lantai awal, sedangkan struktur dan skala upah mengatur perkembangan upah secara proporsional di atasnya.

Indikator struktur dan skala upah bermasalah

  • Pekerja baru dan pekerja lama memperoleh upah sama tanpa mempertimbangkan masa kerja atau kompetensi.
  • Kenaikan UMP hanya diberikan kepada pekerja baru, sedangkan pekerja lama tertinggal di bawahnya.
  • Tidak ada rentang minimum-maksimum per golongan jabatan.
  • Struktur dan skala upah hanya dibuat untuk dokumen WLKP tetapi tidak diterapkan pada payroll.
  • Komunikasi upah individual tidak konsisten dengan struktur yang disahkan manajemen.

Situasi Khusus yang Sering Disalahpahami

Ada beberapa situasi yang dianggap normal atau lumrah dalam pengupahan tetapi ini sebenarnya keliru dan berisiko untuk melanggar kepatuhan regulasi.

Situasi Prinsip kepatuhan

Probation

PKWTT dapat memakai probation maksimal tiga bulan, tetapi upah tetap tidak boleh di bawah minimum. PKWT tidak boleh memakai probation.

PKWT

Pekerja kontrak tetap berhak atas upah minimum; status sementara bukan alasan membayar lebih rendah.

Pekerja harian

Upah harian perlu dikonversi ke upah bulanan sesuai sistem 5 atau 6 hari kerja untuk menguji batas minimum.

Pekerja paruh waktu

Upah per jam harus mengikuti formula hukum dan kesepakatan; istilah part-time bukan izin menetapkan tarif sesuka hati.

Satuan hasil/borongan

Sistem hasil tetap memerlukan pengujian penghasilan bulanan terhadap ketentuan pengupahan yang berlaku.

Outsourcing

Vendor sebagai pemberi kerja wajib membayar sesuai minimum di lokasi kerja; perusahaan pengguna perlu mengaudit bukti payroll.

Work from home

Lokasi kerja jarak jauh dan klausul kontrak perlu dipetakan, tetapi WFH tidak menghapus hak minimum.

Komisi sales

Komisi tidak tetap tidak boleh dijadikan satu-satunya penyangga untuk memenuhi upah minimum.

Pemagangan

Program magang yang sah menggunakan perjanjian pemagangan dan uang saku. Tanpa program, pembimbing, dan perjanjian yang benar, statusnya berisiko dianggap hubungan kerja.

Simulasi Pemeriksaan dan Kekurangan Upah

Contoh berikut bersifat ilustratif. Gunakan angka upah minimum dan komponen payroll aktual pada wilayah serta tahun yang diperiksa.

Jika upah minimum yang berlaku Rp5.300.000, komponen yang dapat dibandingkan hanya Rp4.500.000, yaitu upah pokok ditambah tunjangan tetap. Kekurangan upah per bulan adalah:

Perhitungan: Rp5.300.000 - Rp4.500.000 = Rp800.000 kekurangan upah per bulan.

Apabila kondisi berlangsung selama delapan bulan pada 20 pekerja, eksposur pokok ilustratif menjadi Rp800.000 x 8 x 20 = Rp128.000.000. Angka ini belum memasukkan dampak terhadap THR, lembur, iuran BPJS, hak PHK, denda keterlambatan jika relevan, biaya perkara, atau konsekuensi lain yang harus dihitung berdasarkan fakta.

Dampak berantai ke hak lain

  • THR dapat menjadi kurang apabila dasar upah bulanannya tidak benar.
  • Upah lembur dapat kurang karena basis upah bulanan yang dipakai terlalu rendah.
  • Pelaporan upah BPJS dapat tidak sesuai dengan upah yang seharusnya.
  • Perhitungan hak PHK atau kompensasi dapat ikut salah.
  • Pajak penghasilan dan pencatatan akuntansi memerlukan rekonsiliasi.
Komponen bulanan Nilai Masuk pengujian minimum?

Upah pokok

Rp4.000.000

Ya

Tunjangan jabatan tetap

Rp500.000

Ya

Uang makan berdasarkan kehadiran

Rp500.000

Tidak

Uang transport berdasarkan kehadiran

Rp300.000

Tidak

Insentif target

Rp700.000

Tidak

Upah lembur

Rp400.000

Tidak

Risiko Hukum: Perdata, Administratif, dan Pidana

Ancaman pidana tidak berarti setiap kekurangan payroll otomatis langsung menghasilkan hukuman penjara. Penetapan pihak yang bertanggung jawab dan pemidanaan memerlukan proses hukum, pembuktian unsur, serta putusan pengadilan. Namun, keberadaan ancaman pidana menunjukkan bahwa pelanggaran upah minimum bukan sekadar masalah administrasi internal.

Siapa yang dapat terpapar?

Pasal 185 menggunakan rumusan 'barang siapa'. Dalam perkara korporasi, penentuan pihak yang dimintai pertanggungjawaban bergantung pada struktur kewenangan, keputusan, pengetahuan, tindakan, dan alat bukti. Karena itu, direksi, pemilik, HR, Finance, dan manajer terkait perlu memastikan keputusan payroll

Matriks Risiko
Ranah Dampak potensial Contoh tindak lanjut

Pemenuhan hak

Pembayaran selisih upah dan koreksi hak turunan.

Bipartit, mediasi, gugatan perselisihan hak di PHI.

Pengawasan

Nota pemeriksaan dan kewajiban perbaikan norma kerja.

Pemeriksaan pengawas ketenagakerjaan dan tindak lanjut perusahaan.

Pidana

Penjara 1-4 tahun dan/atau denda Rp100 juta-Rp400 juta; dikategorikan kejahatan.

Proses penyelidikan/penyidikan, penuntutan, dan putusan pengadilan sesuai fakta.

Bisnis

Gangguan operasi, konflik serikat, turnover, reputasi, dan temuan due diligence.

Remediasi, komunikasi, governance, dan pengawasan berkala.

Langkah Koreksi untuk Perusahaan

  1. Hentikan penambahan eksposur - Pastikan payroll periode berikutnya menggunakan upah minimum yang benar dan jangan membuat kontrak baru dengan formula lama.
  2. Tetapkan legal baseline - Kumpulkan keputusan gubernur, aturan sektoral, lokasi kerja, masa kerja, serta status skala usaha.
  3. Rekonsiliasi komponen - Pisahkan upah pokok, tunjangan tetap, tunjangan tidak tetap, lembur, bonus, reimburse, dan potongan.
  4. Hitung pekerja dan periode terdampak - Lakukan per pekerja, per bulan, dan per wilayah; jangan hanya memakai rata-rata.
  5. Hitung hak turunan - Uji dampak pada THR, lembur, BPJS, kompensasi, dan hak PHK sesuai fakta.
  6. Siapkan skenario pembayaran - Tentukan pembayaran langsung atau rencana remediasi yang dibahas secara hati-hati tanpa menghapus hak wajib.
  7. Komunikasikan secara transparan - Jelaskan kesalahan, metode perhitungan, jadwal koreksi, kanal pertanyaan, dan PIC.
  8. Perbaiki dokumen dan sistem - Revisi kontrak, struktur skala upah, payroll rule, vendor clause, approval matrix, dan kalender update tahunan.
  9. Audit bukti pembayaran - Simpan slip gaji, transfer, tanda terima, rekonsiliasi, dan persetujuan manajemen.
  10. Lakukan review independen - Gunakan HR-IR/legal review untuk kasus besar, lintas wilayah, atau berpotensi pidana.

Jangan melakukan koreksi semu

  • Mengubah nama selisih menjadi pinjaman perusahaan kepada pekerja.
  • Membuat kontrak atau persetujuan bertanggal mundur.
  • Memindahkan angka ke bonus yang tidak pasti.
  • Memotong kembali kenaikan melalui potongan tanpa dasar.
  • Meminta pekerja menandatangani pelepasan seluruh hak tanpa perhitungan dan proses yang benar.

Langkah bagi Pekerja

  1. Verifikasi keputusan upah minimum tahun berjalan untuk lokasi dan sektor tempat bekerja.
  2. Kumpulkan kontrak kerja, slip gaji, bukti transfer, absensi, struktur komponen, dan komunikasi perusahaan.
  3. Bandingkan upah pokok + tunjangan tetap sebelum potongan dengan batas yang berlaku.
  4. Ajukan klarifikasi tertulis kepada HR atau manajemen dan minta rincian perhitungan.
  5. Lakukan perundingan bipartit apabila terdapat selisih hak.
  6. Jika tidak selesai, pertimbangkan pengaduan kepada pengawas ketenagakerjaan di tingkat provinsi/wilayah dan mekanisme penyelesaian perselisihan hubungan industrial.
  7. Untuk perkara besar, berulang, atau berpotensi pidana, mintalah pendampingan serikat pekerja, advokat, atau konsultan hubungan industrial.

Tetap profesional: Simpan dokumen secara sah, hindari mengubah bukti, gunakan kanal resmi (dapatkan bantuan disni) , dan pisahkan tuntutan pembayaran hak dari tuduhan pidana agar setiap jalur ditangani dengan tepat.

Mitos yang Perlu Diluruskan

Anggapan tentang pengupahan yang banyak dipercaya bisa jadi menimbulkan risiko pelanggaran regulasi.

Mitos Fakta

Kalau pekerja setuju, gaji di bawah UMP sah.

Keliru untuk perusahaan umum. Kesepakatan tidak boleh menurunkan norma wajib.

CV dan usaha keluarga bebas dari UMP.

Keliru. Harus dibuktikan sebagai usaha mikro/kecil dan memenuhi seluruh syarat khusus.

Uang makan dan lembur boleh menutup selisih.

Keliru. Komponen tidak tetap dan lembur tidak menggantikan upah minimum.

Upah minimum hanya untuk karyawan tetap.

Keliru. PKWT, probation, dan pekerja vendor tetap dilindungi sesuai hubungan kerjanya.

Take-home pay di bawah UMP selalu pidana.

Belum tentu. Audit dahulu upah sebelum potongan dan legalitas potongannya.

Perusahaan rugi boleh menunda penyesuaian.

Tidak otomatis. Kesulitan usaha bukan pengecualian umum dari larangan upah minimum.

Magang selalu boleh dibayar murah.

Keliru. Harus merupakan pemagangan yang sah; jika praktiknya hubungan kerja, risiko reklasifikasi muncul.

Pekerja di atas satu tahun boleh tetap di bawah UMP.

Keliru. Struktur skala upah harus diterapkan dan tidak membenarkan penurunan di bawah lantai perlindungan.

Checklist Audit Kepatuhan Pengupahan

Checklist berikut dapat digunakan HR, Finance, Legal, dan Internal Audit untuk memeriksa payroll sebelum terjadi pengaduan.

Dasar Hukum Utama

Penutup

Pertanyaan 'bolehkah gaji di bawah UMP?' tidak dapat dijawab hanya dengan melihat satu angka pada slip gaji. Pemeriksaan harus dimulai dari wilayah dan sektor, komponen upah, masa kerja, status hubungan kerja, skala usaha, serta potongan yang diterapkan.

Namun prinsip utamanya sederhana: bagi perusahaan pada umumnya, upah minimum adalah batas bawah wajib. Kesepakatan individual tidak boleh dipakai untuk menurunkannya. Pengecualian bagi usaha mikro dan kecil harus dibuktikan secara ketat, bukan diasumsikan.

Dapatkan Bantuan

Kesalahan pengupahan dapat berkembang menjadi tunggakan hak, temuan pengawasan, konflik hubungan industrial, dan risiko pidana. Arsitek HR membantu perusahaan melalui:

  • Minimum wage compliance audit lintas wilayah dan sektor.
  • Review komponen upah, tunjangan, potongan, dan payroll policy.
  • Penyusunan serta implementasi struktur dan skala upah yang proporsional.
  • Perhitungan kekurangan upah dan hak turunan.
  • Audit pengupahan vendor outsourcing.• Review kepatuhan pengupahan usaha mikro dan kecil.
  • Penyusunan remediation plan dan komunikasi pekerja.
  • Pendampingan pencegahan perselisihan hubungan industrial.

Lanjutkan diskusi dan dapatkan bantuan dari Arsitek HR melalui konsultasi HR 1 on 1

Pastikan Regulasi Perusahaan Sudah Sesuai

Arsitek HR, telah membantu perusahaan nasional multi sektor dari resiko kasus hubungan industrial.